Selasa, 27 Maret 2018

Rindu itu sederhana, yang susah itu mengutarakannya

Dari sekian banyak kata yang pernah ku rangkai, hanya satu yang sulit ku tulis dan ungkapkan; Rindu.

Mungkin aku termasuk manusia jenis langka. Apa pasal? Jika sedang bahagia, aku tulis dan ungkap dengan mudah. Jika aku dirundung kesedihan, pena menjadi teman baikku dan ku ungkap hal itu. Namun jika tentang rindu, itu hal berbeda. Aku suka memendamnya lama-lama. Dibiarkan mengendap berlumut-lumut dan karatan disengaja. Bukan karena gengsi, jujur saja. Ini hanya masalah pengungkapan yang normal. Agar semuanya terasa tak hambar jika sengaja di anak-pinakkan terlebih dahulu. Begitu sepertinya kurasa. Hanya dengan menunda pertemuan lah yang bisa membuat sepasang sejoli bisa tahu kadar perasaan satu sama lain. Seperti sebuah kalimat-kalimat yang tersusun dari sebuah kata per kata yang dipisah oleh spasi, sepasang kekasih juga membutuhkan jarak untuk mengharmoniskan sebuah hubungan. Jangan terlalu rapat juga tak terlalu jauh. Namun tetap harus ada spasi diantaranya sebagai jeda temporer. Begitulah semesta kata bekerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ramadhan Yang Perlu Diingat